Pilih Mana OO atau Structured?
Pada kurikulum tahun ini sudah dipakai sistem informasi yang berorientasi pada objek (OO) dan sudah meninggalkan secara terstruktur karena diyakini OO lebih mudah dan efisien sehingga banyak diterapkan di berbagai perusahaan besar saat ini. Tetapi pada saat saya bertemu dengan saudara saya di Jakarta yang beberapa waktu lalu (awal 2007) dia bekerja sebagai anggota team sistem informasi yang baru dibentuk di salah satu perusahaan perakitan Sepeda Motor yang merupakan salah satu pemain lama dan terbesar di Indonesia menceritakan bahwa pada saat diadakan training mengenai sistem informasi yang diajarkan dengan metode terstruktur maka pada saat implementasi di perusahaan juga dengan metode terstruktur. Mereka (team & trainer) juga menganggap bahwa OO atau Terstruktur adalah sudut pandang saja. Waduh malah tambah bingung saya! Bila menurut mata kuliah metode terstruktur seperti waterfall (air terjun) sehingga harus sekali jadi atau mengulang ke tahap awal kembali jika terjadi kesalahan pada sistemnya. Sedangkan OO membentuk sebuah objek-objek yang melakukan sesuatu sehingga jika terjadi kesalahan maka objek yang bersangkutan saja yang di perbaiki. Saya jadi sangsi apakah OO benar-benar efisien sehingga menghemat biaya?. Kalau ya mengapa perusahaan sekelas itu masih menerapkan metode terstruktur?. Jadi, Sepertinya hal ini menjadi tugas kita sebagai calon System Analist untuk menentukan mana yang lebih menguntungkan OO atau Structured?. Lets Discuss!
