Sistem Informasi

January 18, 2008

Format *.DVI (Tex Device Independent)

Filed under: Other Side

<!– @page { size: 21cm 29.7cm; margin: 2cm } P { margin-bottom: 0.21cm } –>

Beberapa hari yang lalu saya mendapatkan sebuah tugas dari Dosen Audit Sistem Informasi. Beliau memerintahkan pada semua mahasiswa agar mendownload tugasnya di server kampus atau rapidshare yang telah beliau upload sebelumnya. Dugaan saya paling file-nya berbentuk PDF atau ODT ya maklum dia Linux Freak dan anti produk microsoft.

Ternyata dugaan saya melenceng jauh, file yang digunakan adalah file *.DVI yang dikompres menggunakan tar.bz2. Pada saat mencoba membuka archive tersebut saya sempat bingung karena saya terbiasa pakai windows dan archivernya pakai Winzip ato 7-zip atau RAR saja sehingga archive tersebut saya coba membuka menggunakan 7zip di linux ternyata dia menolak. Saya mencoba lagi menggunakan pembuka tar saja tetap menolak. Disinilah keteledoran saya, mengapa saya tidak memperhatikan “ekor” nya? Ternyata bz2 dan akhirnya saya pilih archiever linux untuk tar.bz2 dan klik terbuka deh.

Senyum saya tidak berlangsung lama karena milihat file yang berakstensi DVI. What The Hell It This?. Saya coba otak-atik pakai aplikasi yang ada di linux tetap tidak bisa malah tulisannya seperti kriptografi enkripsi. Akhirnya pun saya mengadu pada “Paman” Google. Ternyata file ini dibuat menggunakan LaTeX (www.latex-project.org) semacam software yang memiliki bahasa pemrograman tertentu. File seperti ini mirip dengan PDF tetapi beberapa artikel yang saya baca bahwa hasil output latex TeX atau DVI ukurannya lebih kecil dibandingkan PDF namun DVI belum bisa ditambahkan grafis didalamnya sehingga harus dibantu dengan menggunakan PS (maaf saya belum tau hal ini) maka jadilah file ringan nan apik.

Setelah membaca beberapa artikel saya mencoba berburu software untuk membacanya semacam Acrobat Reader tapi untuk DVI. Saya menemukan 2 buah software yaitu pdftex dan Bakoma Tex. Sayang sekali saya belum mencoba yang pdftex karena harus di linux dan pada saat mencoba menginstal, muncul pesan beberapa library yang kurang. Kemudian saya mencoba Bakoma Tex versi trial 30days yang didownload di www.softpedia.com. Ukuran filenya lumayan besar 24mb dan pada saat diinstall mencapai 130mb.

Setelah instalasi berakhir saya coba buka folder tersebut dan langsung saya dapati fitur DVIEW DVI VIEW milik Bakoma dan pada akhirnya file tersebut berhasil saya buka, Nothing Special. Tetapi pada saat file tersebut saya generate ke format PDF, Wew ukurannya menggelumbung menjadi 40an kilobyte dibanding dengan DVI sangat mungil yaitu 6 Kilobyte.

Hanya itu saja yang saya tau dari format yang baru saya kenal ini. Mungkin dari anda lebih tau, silakan informasikan kepada kita…

Posted by Djoyo

3 Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://sinfo.blogsome.com/2008/01/18/format-dvi-tex-device-independent/trackback/

  1. Kalau enggak salah dosennya pak Bambang pdp yah dosen maniak Linux

    Comment by HackerMpia — September 7, 2009 @ 9:37 pm

  2. keadaan dan cerita anda sangat mirip dengan saya hahaha…

    Comment by HackerMpia — September 7, 2009 @ 9:44 pm

  3. http://bakoma-tex.com/menu/ctan.php?site=England%20%28tex.ac.uk%29

    nih situsnya buat bantu yang lain kalau ada yang tanya tempat downloadnya

    Comment by HackerMpia — September 7, 2009 @ 10:24 pm

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Ian Main