Sistem Informasi

October 31, 2007

Payment Gateway

Filed under: SI Core

<!– @page { size: 21cm 29.7cm; margin: 2cm } P { margin-bottom: 0.21cm } –>

Artikel ini ada sangkut pautnya dengan e-commerce. Mata kuliah ini ada di semester 6 dan ditujukan bagi yang mengambil wajib minat B tetapi bukan berarti wajib minat A tidak boleh mengambil/mempelajari lho…

Berikut ulasannya,

Payment gateway (PG) adalah penyedia layanan aplikasi e-commerce yang meng-otorisasi pembayaran untuk e-bisnis, pengecer online, bricks and clicks. Hal ini serupa dengan terminal fisik Point of Sale yang di letakkan di kebanyakan outlet pengecer. Payment gateway mengenkripsi informasi yang sensitif seperti nomor kartu kredit, untuk meyakinkan informasi ini melawati antara kustomer dan penjual secara aman.

Cara kerja PG:

PG memfasilitasi transfer informasi antara portal pembayaran dan pemroses akhir atau bank secara cepat dan aman.

Ketika seorang pembeli memesan sebuah produk melalui PG yang diaplikasikan oleh penjual, PG menampilkan tugas yang beragam untuk proses transaksi; tugas yang diselesaikan oleh PG tidak diketahui/terlihat oleh pembeli hanya mendapat konfirmasi saja dari penjual bahwa transaksi telah berhasil.

Di Indonesia ada salah satu payment gateway yaitu www.pay.indo.com.

Dengan adanya payment gateway ini, merchant tidak perlu repot lagi mengurus perjanjian dengan bank seperti halnya toko yang menerima gesek kartu kredit karena yang mengurus semua itu adalah PG dengan bank yang bersangkutan sedangkan merchant (penjual) hanya menyediakan fitur PG di dalam websitenya. Juga PG diyakini lebih aman dibanding sistem yang lain

Masalah sekuritas PG di bahas pada segmen lain.

Sumber:

http://en.wikipedia.org/wiki/Payment_gateway

October 25, 2007

Pilih Mana OO atau Structured?

Filed under: SI Core

Pada kurikulum tahun ini sudah dipakai sistem informasi yang berorientasi pada objek (OO) dan sudah meninggalkan secara terstruktur karena diyakini OO lebih mudah dan efisien sehingga banyak diterapkan di berbagai perusahaan besar saat ini. Tetapi pada saat saya bertemu dengan saudara saya di Jakarta yang beberapa waktu lalu (awal 2007) dia bekerja sebagai anggota team sistem informasi yang baru dibentuk di salah satu perusahaan perakitan Sepeda Motor yang merupakan salah satu pemain lama dan terbesar di Indonesia menceritakan bahwa pada saat diadakan training mengenai sistem informasi yang diajarkan dengan metode terstruktur maka pada saat implementasi di perusahaan juga dengan metode terstruktur. Mereka (team & trainer) juga menganggap bahwa OO atau Terstruktur adalah sudut pandang saja. Waduh malah tambah bingung saya! Bila menurut mata kuliah metode terstruktur seperti waterfall (air terjun) sehingga harus sekali jadi atau mengulang ke tahap awal kembali jika terjadi kesalahan pada sistemnya. Sedangkan OO membentuk sebuah objek-objek yang melakukan sesuatu sehingga jika terjadi kesalahan maka objek yang bersangkutan saja yang di perbaiki. Saya jadi sangsi apakah OO benar-benar efisien sehingga menghemat biaya?. Kalau ya mengapa perusahaan sekelas itu masih menerapkan metode terstruktur?. Jadi, Sepertinya hal ini menjadi tugas kita sebagai calon System Analist untuk menentukan mana yang lebih menguntungkan OO atau Structured?. Lets Discuss!

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Ian Main